Saturday, October 13, 2012

Antara minat dan kesenangan pada diri Anak



Sebuah minat yaitu alasan belajar yang mana menggerakan orang untuk menempati dirinya sendiri dengan sebuah aktivitas ketika dia bebas untuk memilih apa yang akan dia lakukan. Seperti Shane menjelaskan, sebuah minat adalah “ sesuatu yang mana anak mengidentifikasikan dirinya pribadi yang sehat”. Ketika seorang anak melihat bahwa kadang – kadang akan menguntungkan ia, dia menjadi tertarik di dalamnya, ini memotivasi belajar. Selama aktivitasnya memuaskan, minat tetap tinggi. Ketika semakin memuaskan, begitu juga mina
Sebuah kesenangan adalah minat sementara. Sementara itu berlangsung, itu bisa meningkatkan motivasi, tetapi itu hanya memberikan kepuasan sementara. Minat yang sesungguhnya lebih menetap karena mereka memuaskan kebutuhan kehidupan individu.
Beberapa orang dewasa gagal untuk mengenal apa yang tampaknya minat mungkin sebenarnya hanya kesenangan. Mereka membuat kesalahan dengan mengharapkan seorang anak untuk melanjutkan tugas atau kegiatan yang tidak memberi kepuasan. Seorang anak mungkin ingin belajar untuk memainkan piano karena seorang saudara tertua atau teman sepermainannya mengikuti pelajaran musik. Orang tua membuat rencana untuk belajar, membeli sebuah piano, dan kemudian memaksa anak untuk latihan. Jika bermain piano memberi kepuasan kecil pada anak, minatnya tidak muncul, dan dia akan memberontak menentang pelajaran dan latihan.
Sejak setiap minat memuaskan beberapa kebutuhan di dalam kehidupan anak, sekalipun kebutuhan tidak mungkin dengan siap jelas kelihatan untuk orang dewasa, semakin kuat kebutuhan, lebih kuat dan lebih abadi minatnya.
Dengan lebih berkali – kali anak mengungkapkan ketertarikannya di dalam sebuah aktivitas, yang terkuat akan datang. Di lain sisi minat adalah pokok untuk punah karena keadaan sudah tidak dipakai lagi. Lingkungan anak harus membatasi kesempatannya untuk bermain dengan anak yang lain, misalnya minatnya dengan teman bermain akan semakin berkurang, dan akan mengganti minatnya sebagai penggantinya.  Jika dia bisa menemukan dengan seksama memuaskan kebutuhannya, waktu akan datang ketika dia akan memiliki sedikit minat pada orang, dia mungkin tetap menegaskan bahwa orang – orang “membosankannya”.
Sebuah aktivitas yang gagal untuk memuaskan, merangsang, atau menantang membuat individu menjadi bosan. Aktivitas seperti itu bisa membosankan berlawanan dengan minat. Ketika anak bosan, mereka mungkin menjadi nakal dan menyebabkan masalah bagi orang lain dengan harapan menimbulkan beberapa kegembiraan, dan membuat situasi membosankan menjadi menarik. Untuk sebagian besar, anak mengalami kejenuhan ketika dipaksa untuk melakukan hal – hal yang sesuai dengan kebutuhan mereka atau memuaskan mereka. Kebosanan terjadi terutama di sekolah, di mana kurikulum dan metode pengajaran harus direncanakan untuk kelompok daripada untuk individual.